Ditunjuk Jadi Akting Coach, Roy Marten Merasa Belum Profesional.

Ditunjuk Jadi Akting Coach, Roy Marten Merasa Belum Profesional.

Kapanlagi. com – Aktor senior Roy Marten baru saja didapuk menjelma pengajar akting di PT. Nayma Kreasi Nusantara. Mengingat nama bilangan dikenal oleh publik, bintang hidup Pretty Boys ini mengaku sangat menunjang hal ini.

Zaman ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8) pria berumur 68 tahun ini mengaku dimintai untuk membagikan ilmu aktingnya. Ia pun setuju untuk ikut terkebat meski jadwalnya padat.

“Mereka berencana membuka sekolah akting dan mereka minta saya siap salah satu pengajarnya, cuma saya bilang tadi, waktu saya kan sangat padat, ” ungkap Roy Marten.

“Saya bawa jadi kemungkinan saya datang kepala bulan sekali atau kapan aja saya sempat saya lakukan, ” lanjutnya.

1. Pengajar Tidak Tetap

Meski mengiyakan permintaan tersebut, Roy Marten menodong agar menjadi pengajar tidak tetap. Pasalnya, dirinya merasa tak memiliki ilmu akting yang lebih akademis.

“Tapi jangan jadi guru tetap tapi pengajar tamu lah. Sebaiknya mereka merekrut tenaga-tenaga bujang, dosen-dosen atau pengajar-pengajar yang memiliki pengalaman akademi karena saya gak punya pengalaman akademis, jadi biar biar lebih profesional, ” ujarnya.

2. Suka

Selain itu, Roy Marten mengaku juga sangat senang karena Nayma Kreasi Nusantara telah menjadi wadah bagi para aktor atau aktris muda Indonesia yang berbakat. Dia menegaskan pencarian talenta muda di industri film betul penting.

“Saya selalu gembira ketika ada anak-anak muda membikin sebuah usaha untuk sekolah akting. Ini perlu karena begitu penuh anak-anak muda kepingin belajar akting tapi nggak tahu tempatnya pada mana. Ini salah satu sebuah jalan keluar anak-anak muda dengan mau ke dunia sinetron, negeri film atau dunia akting lainnya mereka bisa melalui sekolahan tersebut, ” tuturnya.

“Tetapi sekali lagi saya ingatkan periode saya tidak banyak jadi sepantasnya saya datang satu atau besar bulan sekali, pengajar tamu aja. Yang kedua sekali lagi hamba tidak punya pengalaman akademis maka sebaiknya mereka merekrut tenaga-tenaga pembimbing yang lebih sistematis dan lebih akademis, ” tutupnya.

Yang Ini Nggak Kalah Hot!!!