Fiko Nainggolan Rilis Single Retro ‘Debar Asmara’, Terinspirasi dari Diskoria dan Dian Sastrowardoyo.

fiko-nainggolan-rilis-single-retro-debar-asmara-terinspirasi-dari-diskoria-dan-dian-sastrowardoyo-2

Kapanlagi.com – Setiap musisi punya cara sendiri-sendiri untuk mempromosikan karya-karyanya. Seperti contohnya solois Atanasius Feriko Triantoro atau yang dikenal dengan nama panggun Fiko Nainggolan yang memilih untuk mengambil langkah do it yourself, yakni dengan memperdengarkan lagu-lagu ciptaannya ke radio-radio di kotanya berasal.

Lagu-lagu Fiko sendiri terbukti cukup laris di-request pendengar, terutama di jam-jam tertentu (sesi lagu indie). Dan dari data yang terhimpun, Debar Asmara bisa dibilang yang paling populer dan mendapatkan respon positif.

Lagu Debar Asmara menyajikan tema yang sangat relate dengan kisah kehidupan asmara di dunia nyata. Ceritanya tentang pertemuan 2 insan di suatu pesta, di mana mereka awalnya saling malu-malu untuk mengenal satu sama lain.

“Kalau kita bertemu dengan orang baru yang kita suka, langsung saja dekati dengan cara yang halus, karena kita tidak tau kapan kita bisa bertemu dia lagi,” tutur Fiko menjelaskan tentang pesan dari lagu Debar Asmara.

1. Terinspirasi Lagu Diskoria Ft Dian Sastro

Uniknya, Fiko membuat lagu Debar Asmara karena terinspirasi dari lagu Diskoria feat. Dian Sastrowardoyo yang bertajuk Serenata Jiwa Lara. Menurutnya, lagu itu membuatnya teringat akan masa-masa kecilnya. Dulu, orangtua Fiko membangunkan anak-anaknya untuk berangkat ke sekolah dengan memutar lagu-lagu era 1980-an di ruang tamu dengan volume yang keras. Akhirnya, lagu-lagu tersebut menempel di kepala Fiko dan ia pun ikut menyukainya. Diskoria mampu menumbuhkan memori indah tersebut, sehingga Fiko tergerak untuk membuat lagu-lagu yang sejenis.

“Kalau lagu sih dia yang menciptakan sendiri. Proses rekamannya hanya sehari kok. Berlokasi di studio musik Syaelendra yang merupakan salah satu studio paling lama di Indonesia. Sengaja take di situ agar dapat vibes jadulnya juga. Untuk proses mixing mastering dibantu oleh idola saya, mas Jawa Maliq & The Essential. Sedangkan untuk proses produksi dari workshop sampe rekaman, kurang lebih memakan waktu 3 sampai 4 hari,” jelas Raditya Joko Bramantyo sang produser dari lagu Debar Asmara.

Karena masa pandemi covid-19, beberapa perubahan konsep pun harus dilakukan oleh Fiko dan tim, terutama untuk pembuatan video klipnya. Jika awalnya punya konsep syuting di luar, mereka lantas memutuskan untuk mengganti settingnya di dalam studio Dumeca Pictures.

“Sebenarnya saya membuat lagu ini bisa dibilang cepat, hanya kurang lebih sehari. Jadi saya membuat nadanya dulu, lalu saya sempurnakan dengan lirik. Yang menarik, biasanya saya agak lama untuk membuat lirik, karena menyesuaikan nada atau patahan-patahan kalimatnya. Tapi khusus lagu Debar Asmara lancar-lancar saja. Jadi proses membuat liriknya saat saya lagi semedi di toilet dan gak tau kenapa tiba-tiba saya lancar saja nulis lirik lagu ini di handphone. Menurut saya, ini magic moment yang susah diulang lagi,” ungkap Fiko.

2. Dirilis di Bawah Label Dumeca Records

Lagu Debar Asmara dirilis di bawah label Dumeca Records yang dikomandani oleh Ferry Ardiansyah, salah satu pengusaha dan public figure yang bertindak sebagai Executive Producer di single tersebut. Fiko pun menceritakan bagaimana awal proses dirinya bisa bergabung dengan label tersebut.

“Thanks God! Akhirnya saya ketemu label Dumeca Records yang menaungi saya untuk perilisan single Debar Asmara ini. Jadi ceritanya, sebelumnya saya pernah membuatkan lagu untuk Aldiv (salah satu artis Dumeca) yang berjudul Tinggalkan Rasa. Lalu dari situ saya jadi sering ketemu team Dumeca Records dan mereka ternyata mendengarkan lagu-lagu terbaru saya yang ada di Spotify. Mereka tertarik dengan lagu Debar Asmara, kemudian Bang Ferry Ardiansyah meminta saya untuk merevisi beberapa part dan re-mastered lagu ini kembali dengan kualitas yang lebih proper dengan nama baru Fiko Nainggolan,” tuntas Fiko.

(kpl/pur/gtr)