Perjalanan Hidup Fatimah Az Zahra, Dulu Hidup Susah Saat ini Jadi Pebisnis Omzet Puluhan Miliar per Bulan.

Kapanlagi. com porakporanda Fatimah Az Zahra ialah salah satu pengusaha perempuan yang paling sukses di Indonesia. Bisnis yang dijalaninya di bindang herbal era ini sudah menghasilkan omzet hingga puluhan miliar setiap bulannya. Namun di pulih itu, ada banyak dongeng yang tk diketahui publik dari seorang Fatimah Az Zahra.

Fatimah lahir dari keluarga serba kekurangan. Sejak kecil, Dia tinggal di Panti Ajaran demi bisa bersekolah serta memperbaiki perekonomian keluarganya. Fatimah menjalani pendidikan SMA di pesantren As Syafi’iyah dalam bawah asuhan Ibu Tuti Alawiyah hingga lulus, kemudian bekerja di pabrik zona industri.

“Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan swasta menjadi operator produksi. Ketika pertengahan bulan, saya kehabisan bekal, upah UMRnya sudah habis, maka tidak ada ongkos untuk saya pulang pergi ke tempat kerja. Saya terbang bus antar jemput pegawai. Nah dari Tambun ke booth itu saya bulevar kaki karena tidak tersedia tidak punya ongkos. Aku makan hanya mengandalkan sajian siang dari pabrik, morat-marit pulang perginya jalan kaki termasuk saat shift malam. Sampai diomongin orang kalau anak perempuan pulangnya sedang malam, ” tutur Fatimah dikutip dari akun Youtube pribadinya, Senin (28/06/2021).

1. Doa yang Didengar Allah SWT

Saking sulitnya masa, Fatimah mengaku harus pertarakan selama berhari-hari karena tidak punya uang untuk mamah. Bahkan untuk sahur serta buka puasa pun, Dia hanya mengonsumsi air suci. Bilamana itu, Fatimah cuma bisa berdoa dan menimbulkan bantuan pada Allah.

Fatimah mengungkapkan ada kepala cerita yang bagi sebagian orang mengharukan tapi kadang-kadang juga menjadi candaan bakal dirinya sekarang. Fatimah mengiakan pernah tak memiliki apapun untuk dimakan, maka dirinya memutuskan untuk berpuasa. Semasa berhari-hari, dia puasa tanpa makan makanan.

“Sahur pakai air hijau dan buka puasanya selalu dengan air mentah. Sejenis terus sampai beberapa hari. Sampai akhirnya, perut hamba sudah sakit sekali sebab tak kemasukan makanan untuk beberapa lama. Saya cuma bisa curhat kepada Allah SWT, ‘ Ya Allah, perut saya lapar, perih sekali. Tolong berikan saya makanan untuk berbuka puasa. Dari mana selalu, Engkau Maha Baik serta Engkau Maha Kuasa Memberikan Rezeki kepada hamba. Lantaran mana saja ‘, ” kenangnya.

“Lalu tiba-tiba ada kucing membawa ikan besar terbang ke tempat saya duduk, membawa ikan besar boleh dari mana, begitu melihat saya, kucing itu terpesona dan pergi meninggalkan ikan besar di depan kami itu. Masya Allah kami merasa bahwa ikan tersebut adalah kiriman dari Allah, ” tambah Fatimah.

dua. Awal Mula Bisnis Herbal

Cobaan Fatimah tak terhenti sampai situ saja, karena beberapa lama kemudian dirinya didiagnosis mengidap penyakit dalam hingga kudu dioperasi. Namun lagi-lagi karena terkendala ekonomi, Fatimah pun mencari cara supaya penyakitnya sembuh tanpa harus proses.

“Dan akhirnya beta mempelajari herbal. Saya mendalami daun-daunan pengobatan herbal, daun-daunan minyak-minyakan dan sebagainya. Alhamdulillah Allah memberikan kesembuhan pada saya melalui herbal-herbal itu, seperti Virgin Coconut oil. Dari situ saya menuturkan kesembuhan saya melalui herbal tersebut ke berbagai media sosial, ” tambahnya.

“Ternyata feedbacknya baik. Banyak orang yang meminta dicarikan racikan herbal untuk penyakitnya. Namun, saya tidak punya modal untuk memproduksi racikan herbal tersebut. Tuhan kembali kasih jalan. Oleh karena itu para pelanggan yang memberikan modal untuk saya putar kembali, ” urai Fatimah.

3. Omzet Capai Puluhan Miliar Per Bulan

Seiring berjalannya masa, usaha Fatimah kian berkembang. Tahun pertama, Ia telah bisa mendapatkan omzet kira-kira Rp 10 jutaan dan kini bisa mencapai omzet miliaran per bulan. Fatimah pun lantas menuangkan kisahnya dalam sebuah bentuk buku.

“Saat itulah hamba meluncurkan buku ‘Omzet Miliar Tanpa Modal’, karena itu termasuk suatu termasuk kunjungan bisnis yang sangat pesat gitu ya dari minus modal 5 tahun kemudian sudah di angka miliar per bulan, kemudian tarikh keenam juga masih miliaran, tahun ke-7 mulai puluh miliar, tahun ke-8 saat ini sudah mendekati tahun ke-9, alhamdulillah sudah puluhan miliar per bulan. Per tahunnya ratusan miliar, ” menutup Fatimah.